google.com
Embus remang angin malam datang perlahan
Menggulung segala suara dari terka
Wanita berambut panjang, berbaju mini
menyuruk, menuju gelap dunia.
Senyum dari bibir merahnya menyambar; semburat
Semu merupa kesumba
Gemulai tubuhnya menari, menyeduh rintik resah
Menyuap mata para hidung belang
Raganya terus saja mengundang tumpah serapah
Tapi tak peduli, dia tetap menyua pada takdir
Air mata telah kering, tertahan dalam jurang terjal
yang tak pernah benar-benar pulih
Tentangnya yang membunuh relungku, menusuk mata hingga basah; lengas
Wanita itu adalah ibuku
Yang tengah mengais malam
demi menyambung nyawa
