Buku-buku itu adalah sesuatu yang mampu membawa pikiran-pikiran ajaibku melayang di atas suara yang mampu menembus waktu.

Senin, 07 Januari 2019

Pesawat Kertas

Pesawat kertas yang kaubuat malam itu, terbang dengan bebasnya. Aku tersenyum dan menadahkan tangan. Merasakan hangat luapan rasa yang ditiupkannya.

Sekelompok bintang yang bergantung di langit seolah menertawakanku, “Apa kau yakin? Itu hanya sebuah pesawat kertas yang kapan pun bisa luruh, bisa hancur.”

“Bagiku,” sahutku pelan, “melindungi kerapuhannya adalah kebahagiaan. Mendambakan kemegahanmu justru jauh lebih menyakitkan.”

Aku menggeleng menepis rayunya, sebab hati yang berserak ini telah jatuh pada pesawat kertas yang tersisih. Aku ingin menjadi payung untuk pesawat kertas itu, yang kemudian menyeka seluruh peluh rapuhnya.

“Bodohnya,” bintang-bintang itu kembali berbisik. “Tidakkah kau takut ia terbang, dibawa angin, lalu pergi jauh darimu?” ejeknya.

Aku tersenyum.

Ketahuilah, Pun seiring waktu yang terus berlalu, aku tetap akan mengizinkan dia tuk datang dengan atau tanpa adanya rindu. Karena mencintai tak selalu berarti memiliki. Kadang ia hanya tentang menjaga, meski dari jarak yang tak lagi sama.


#Sumber gambar : Google.com

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Halaman

Aku adalah aku... Bukan kamu juga bukan dia.

BTemplates.com

Seperti Romeo and Juliet

Sumber gambar : google. Com "Kenapa? Bukankah kalau kamu sakit tak akan bisa merawatku?" tanyamu, lembut. Tubuhku terhuy...