Aku si pendogeng malam. Pecinta hujan.
Pembenci senja serupa jingga. Pembawa mimpi buruk kesemuan. Berjalan
mengendap ke lorong-lorong hati yang bercelah. Menelanjangi siang, mencipta
malam tanpa batas. Bagai delusi yang menjelma wujud.
Cobalah temaram bersama asa, terpuruk
dalam gelisah. Maka aku, si pendongeng malam akan datang membelenggu jiwa ke
dalam delusi rajutanku bagai gempa yang mengguncang denyut nadi. Merobek-robek mimpi, menjerat lelap bagai penjara dalam gelap.
Akulah si pendongeng malam, ruh terkutuk
yang menapak jejak seorang diri. Terjaga lebih dari seribu malam
bersama sunyi. Melumat waktu, merenggut kehidupan. Sekali kauterjerat, maka
selamanya dongeng malam penuh kegelapan akan meyelimuti hatimu. Seperti
rahasia yang mati ketika cahaya menyingkapnya.
“Lis, Lis, Lisana, apa yang terjadi
padamu, Lis?” Wajah Henry terheran bercampur bingung.
“Entahlah, sepertinya aku mulai gila.”
Tatapannya kosong.
“Lis, kenapa kamu jadi seperti ini?
Ceritalah kepadaku!” Wajah Henry terlihat pucat. Tangannya menyentuh pipi
Lisana.
Lisana terbangun dari lamunannya,
“Henry, aku takut, aku sangat takut. Setiap malam, suara-suara aneh terus
mengusikku. Seakan mendongeng, kemudian menjeratku dalam ilusi. Seorang diri,
gelap dan begitu dingin. Kumohon selamatkan aku!” Dia menangis sejadi-jadinya.
Percuma. Tak seorang pun mampu melepaskan
diri dari dongeng malam yang kurajut dengan benang sunyi dan simpul ketakutan.
Semakin kau melawan, semakin dalam kau tenggelam. Jadi berhentilah meronta. Biarkan
jiwamu jatuh perlahan ke dalam pelukanku, sebab di sinilah kegelapan menemukan
rumahnya.

idenya bagus, prolisnya mengena
BalasHapusiya, ini prosa liris juga ternyata, keren
BalasHapusHooo~~~ :o
BalasHapusIndahnyaaaa~~~ ><
Kapan saya bisa begini~ T^T
Baru nemu prosa liris. Thanks ilmunya.. Keren
BalasHapusWah baru tau ada prosa liris karna baca ini. Bagus kak👍 Makasih ilmunya 🙏
BalasHapusKeren 😘😘
BalasHapuswow, keren
BalasHapusSukak
BalasHapuskeren kak...
BalasHapusspeachless aku...